Pentingnya Pelatihan Terhadap Kelangsungan Perusahaan

Pelatihan sering dianggap sebagai suatu kebutuhan yang penting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan. Beberapa alasan yang mendasari hal ini adalah adanya pandangan yang menyatakan bahwa pelatihan dapat meningkatkan nilai tambah bagi seseorang dan bukan hanya menjadi suatu tujuan untuk mempengaruhi kinerja jangka pendek. Selain itu, masyarakat di beberapa negara, termasuk di Indonesia, berpandangan bahwa terdapat hubungan antara pelatihan dengan pendidikan. Perusahaan juga sering memilih pelatihan sebagai salah satu strategi untuk mengembangkan karyawannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Sayangnya, investasi yang besar untuk program pelatihan terkadang tidak diikuti dengan efektivitas dari evaluasi pelatihannya itu sendiri. Pada kebanyakan organisasi, sangatlah kecil tekanan untuk membuktikan bahwa manfaat dari penyelenggaraan suatu pelatihan lebih besar daripada biayanya. Sepanjang partisipan senang dengan program pelatihan, maka pelatihan dianggap berhasil. Padahal ukuran seperti itu belum tentu menjamin tercapainya tujuan suatu pelatihan. Adanya evaluasi keefektifan pelatihan dapat memberikan informasi bahwa apakah suatu investasi yang ditanamkan telah memberikan hasil yang diinginkan dan tidak menjadi sia-sia ataukah tidak memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Untuk tujuan evaluasi ini, pengukuran merupakan sesuatu hal yang penting. Tentu saja suatu program pelatihan juga perlu diukur keberhasilannya (efektifitasnya). Hamblin  ( 1974 ) dan Kirkpatrick ( 1967 ) berpendapat bahwa pengukuran efektifitas pelatihan meliputi 4 tingkat yaitu: 1) reaksi,  bagaimana siswa dan pelatih bereaksi untuk pelatihan, mereka melaksanakan pelatihan berdasarkan konten pelatihan dan metode digunakan. 2)Belajar, prinsip prinsip , fakta dan teknik yang dipelajari oleh siswa. 3) Kinerja, perubahan dalam kinerja pekerjaan yang dihasilkan dari pelatihan. 4) Organisasi, hasil nyata dari pelatihan yang berkaitan dengan organisasi adalah adanya perbaikan dan perubahan. Tanpa pengukuran, manajer atau seorang atasan akan sulit untuk mengawasi, mengevaluasi dan melihat perkembangan sebuah proses. Dengan demikian program evaluasi pelatihan menjadi penting jika hasil dari suatu pelatihan pun dipandang penting.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


6 + 3 =